Posted by: Shinichi | J July , 2008

Doc. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI 1

BAB I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang 2

  2. Maksud dan Tujuan Pelaksanaan RKL 3

  3. Kegunaan Dilaksanakan Pemantauan Lingkungan Hidup 3

  4. Kedudukan RKL dalam AMDAL 4

  5. Peraturan Perundang-undangan 5

  6. Identitas Pemrakarsa 6

  7. Identitas Penyusun 6

BAB II. PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

  1. Pendekatan Teknologi 7

  2. Pendekatan Sosial Ekonomi 7

  3. Pendekatan Institusi 7

BAB III. RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN

  1. Prinsip Dan Mekanisme Pengeloaan Lingkungan 8

  2. Rencana Pengelolaan Lingkungan 8

3.2.1. Tahap Prakontruksi 8

3.2.2. Tahap Kontruksi 9

3.2.3. Tahap Operasional 15

DAFTAR PUSTAKA 27

BAB I

PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

Proyek reklamasi pantai untuk kawasan wisata pantai kabupaten Sukajaya ini dimaksudkan untuk mendukung dan memperlancar proyek pembangunan wisata pantai yang berada diwilayah Pelabuhan Sukajaya. Hal ini sesuai dengan rencana tata ruang kabupaten Sukajaya yang berada dalam wilayah pembangunan dengan peruntukan kawasan industri, pelabuhan dan sarana pendukungnya, sehingga keberadaan kedua kegiatan tersebut diharapkan dapat memacu pertumbuhan pembangunan dan perkembangan wilayah sekitarnya.

Dampak penting yang diperkirakan akan timbul setelah pelaksanaan proyek reklamasi pantai untuk kawasan wisata pantai ini dapat terjadi pada berbagai komponen lingkungan yang meliputi komponen fisika-kimia, biologi serta sosial ekonomi, sosial budaya dan kesejahteraan masyarakat, yang berupa dampak positif maupun negative baik yang bersifat langsung dan tidak langsung dalam skala ruang dan waktu yang berbeda sesuai dengan tahapan pelaksanaan proyek.

Dampak negatif yang diperkirakan akan terjadi dapat diminimalkan atau diperkecil melalui pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup yang berupa tindakan atau upaya-upaya mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting yang bersifat negative dan meningkatkan dampak positif dan pelaksanaan pemantauan lingkungan hidup yang berupa tindakan pemantauan terhadap perubahan komponen atau parameter lingkungan hidup sebagai dampak penting yang akan timbul sebagai akibat pelaksanaan proyek.

Guna melaksanakan pengelolaan lingkungan yang baik sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan, diperlukan pedoman atau petunjuk pelaksanaan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan lingkungan berupa Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL).

Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) merupakan bagian dokumen AMDAL Reklamasi Pantai yang wajib disusun dan dilaksanakan oleh pemrakarsa dalam rangka pelaksanaan pengelolaan lingkungan kawasan wisata pantai. Pelaksanaan RKL juga diperlukan bagi pihak lain yang berkepentingan antara lain:

  • Institusi Pemerintah sebagai perencana kegiatan pelaksana dan pengawas pembangunan serta pengelolaan lingkungan hidup di wilayah reklamasi pantai dan sekitarnya

  • Masyarakat di sekitar lokasi reklamasi pantai terutama yang akan terkena dampak penting.

  • Pemerhati lingkungan termasuk LSM, pakar dan masyarakat umum lainnya

    1. Maksud dan Tujuan Pelaksanaan RKL

Tidak semua proyek atau rencana kegiatan wajib dilengkapi dengan AMDAL. Daftar kegiatan yang wajib dilengkapi studi AMDAL dapat dilihat dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup (KepMen LH) No. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL atau dapat juga diperoleh dari kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atau pemerintah daerah yang bersangkutan. Apabila rencana kegiatan mendapat izin dan melanjutkan pelaksanaan kegiatan, pemrakarsa diwajibkan melakukan hal-hal yang telah tertera dalam:

  • Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) untuk mengendalikan dampak

  • Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) untuk memantau dampak

RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan hasil arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian ANDAL

    1. Kegunaan Dilaksanakan Pemantauan Lingkungan Hidup

  1. Bagi pemerintah, AMDAL bermanfaat untuk:

  • Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemborosan sumber daya alam secara lebih luas.

  • Menghindari timbulnya konflik dengan masyarakat dan kegiatan lain di sekitarnya.

  • Menjaga agar pelaksanaan pembangunan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

  • Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup.

  • Bahan bagi rencana pengembangan wilayah dan tata ruang.

  1. Bagi pemrakarsa, AMDAL bermanfaat untuk:

  • Menjamin keberlangsungan usaha dan/atau kegiatan karena adanya proporsi aspek ekonomis, teknis dan lingkungan.

  • Menghemat dalam pemanfaatan sumber daya (modal, bahan baku, energi).

  • Dapat menjadi referensi dalam proses kredit perbankan.

  • Memberikan panduan untuk menjalin interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sehingga terhindar dari konflik sosial yang saling merugikan.

  • Sebagai bukti ketaatan hukum, seperti perijinan.

  1. Bagi masyarakat, AMDAL bermanfaat untuk:

  • Mengetahui sejak dini dampak positif dan negatif akibat adanya suatu kegiatan sehingga dapat menghindari terjadinya dampak negatif dan dapat memperoleh dampak positif dari kegiatan tersebut.

  • Melaksanakan kontrol terhadap pemanfaatan sumberdaya alam dan upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan pemrakarsa kegiatan, sehingga kepentingan kedua belah pihak saling dihormati dan dilindungi.

  • Terlibat dalam proses pengambilan keputusan terhadap rencana pembangunan yang mempunyai pengaruh terhadap nasib dan kepentingan mereka.

1.4. Kedudukan RKL dalam AMDAL

Menurut Suratmo, (1999) kedudukan RKL dalam AMDAL dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Penanganan dampak harus mencakup pertimbangan lingkungan

  2. Beberapa jenis dampak hanya memerlukan cara penanganan yang sederhana, dan dampaknya terhadap lingkungan adalah kecil

  3. Penanganan dampak dimulai dan pemilihan alternative

  4. Penanganandampak memerlukan biaya

  5. Kebanyakan pemrakarsa tidak berminat untuk mengembangkan ditapak positif oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan upaya pengelolaan dampak positif

1.5. Peraturan Perundang-undangan

Dalam penyempurnaan Studi Amdal, beberapa peraturan-peraturan yang digunakan sebagai acuan adalah peraturan-peraturan yang diberlakukan oleh Pemerintah RI untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan diantaranya :

  1. Undang –Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

  2. Undang –Undang No.21 Tahun 1992 tentang Pelayaran.

  3. Undang-undang RI No.23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup

  4. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993 tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan

  5. Peraturan Pemerintah RI No.70 tahun 1996 tentang kepelabuhan

  6. Peraturan Pemerintah RI No.18 tahun 1999 tentang pencemaran laut

  7. Peraturan Pemerintah RI No.82 tahun 1999 tentang angkutan perairan

  8. Peratutan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah No.1 tahun 1990 tantang pengelolaan lingkungan hidup di Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah

  9. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. Kep-02/MENKLH/I/1998 Tentang Pedoman Penentuan Baku Mutu Lingkungan

  10. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. Kep-14/MENKLH/3/1994 Tentang Pedoman Umum Penyusunan AMDAL

  11. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. Kep-13/MENKLH/3/1994 Tentang Pedoman Penyusunan Keanggotaan dan Tata Kerja Komisi AMDAL

  12. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. Kep-14/MENKLH/3/1994 Tentang Pedoman Umum Penyusunan AMDAL

  13. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep-39/MENLH/08/1996 Tentang Jenis Kegiatan Yang Harus Dilengkapi Dengan AMDAL

  14. Keputusan Kepala BAPEDDAL No. Kep-056 Tahun 1994 Tentang Pedoman Penentuan Dampak Penting

  15. Keputusan Kepala BAPEDDAL No. 299/II/1996 Tentang Pedoman Teknia Kajian Aspek Sosial dalam Pemyusunan AMDAL

  16. Keputusan Gubernur Propinsi Jawa Tengah No. 660.I/26/1990 Tentang Baku Mutu Kualitas Air di Propinsi Jawa Tengah

  17. MARPOL 73/78

1.6. Identitas Pemrakarsa

Nama Proyek : Reklamasi Pantai untuk kawasan wisata pantai

Pekerjaan : Penyusunan Dokumen ANDAL, RKL dan RPL

Reklamasi Pantai

Pemimpin Proyek : Ir. Adi Nugroho

Penanggung Jawab AMDAL : Dr. Pariman ST

Lokasi Proyek : Pelabuhan Sukajaya, Kabupaten Sukajaya

1.7. Identitas Penyusun Amdal

Nama : Fadhli S

Alamat : Jl Banjarsari No 58B Tembalang, Semarang

Penanggungjawab Proyek : Ir. Hadi Saputra

Ketua Tim Ahli : Dr. Herman Sudirman

Ahli Hidro-Oseanografi : Dr. Elis Sungkar

Ahli Kimia-Fisika : Dr. Andrea Hiranata

Ahli Biologi dan Kelautan : Dr. Desi Aprilia

Ahli SosEkBudKesmas : Dr. Sulisetyaningsih

BAB II

PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Pengelolaan lingkungan kegiatan reklamasi pantai untuk kawasan wisata pantai ini dilaksanakan dengan menggunakan salah satu atau berbagai pendekatan pengelolaan lingkungan hidup. Pendekatan pengelolaan lingkungan hidup untuk menangani setiap dampak besar dan penting yang telah diprediksikan dalam Studi ANDAL ditentukan dan dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek antara lain: .

  • Karakteristik dampak yang dikelola

  • Tujuan pengelolaan dampak

  • Efektifitas dan ketepatan pelaksanaan pengelolaan

  • Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pengolahan

  • Kendala, waktu, dana clan tenaga dalam pelaksanaan pengelolaan.

Pendekatan pengelolaan lingkungan yang digunakan untuk menangani dampak besar dan penting Rencana reklamasi pantai untuk kawasan pantai ini meliputi:

2.1 Pendekatan Teknologi

Pendekatan teknologi adalah cara-cara atau teknologi yang digunakan untuk mengelola dampak besar dan penting. Berdasarkan pertimbangan berbagai aspek sebagaimana telah disebutkan diatas, maka untuk mengelola suatu dampak dipilih suatu cara atau teknologi yang tepat, efektif, efesien dan dapat dilaksanakan.

2.2 Pendekatan Sosial Ekonomi

Pendekatan sosial ekonomi adalah langkah langkah yang akan ditempuh Pemrakarsa dalam upaya menanggulangi dampak besar dan penting melalui tindakan-tindakan yang berdasarkan pada interaksi sosial dan bantuan peran Pemerintah. Bantuan peran pemerintah diharapkan karena keterbatasan kemampuan pemrakarsa.

2.3 Pendekatan Institusi

Pendekatan institusi adalah mekanisme kelembagaan yang akan ditempuh pemrakarsa dalam rangka menanggulangi dampak besar dan penting. Mekanisme pelaksanaan pendekatan antara lain dalam bentuk kerjasama dengan instansi atau lembaga yang terkait dengan pengelolaan lingkungan, serta pengawasan dan pelaporan hasil pengelolaan lingkungan.

BAB III

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN

3.1 Prinsip Dan Mekanisme Pengeloaan Lingkungan

Prinsip dasar dalam penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan dalam proyek Reklamasi pantai untuk kawasan wisata pantai ini adalah sebagai berikut:

  • Minimalisasi dampak negatif dan optimalisasi dampak positif

  • Penetapan dampak yang perlu dikelola

  • Penetapan upaya pengelolaan dampak

  • Kejelasan kewenangan, tugas, dan tanggungjawab pihak yang terkait

3.2. Rencana Pengelolaan Lingkungan

3.2.1. Tahap Prakonstruksi

  • Survei dan perijinan

Kegiatan survey dan perijinan meliputi pengukuran lapangan dan pengajuan ijn prinsip. kegiatan ini telah dilakukan pada bulan Mei 2006.

  • Sosialisasi Rencana Kegiatan

Berdasarkan daftar isian yang dibagikan kepada para peserta sosialisasi yaitu masyarakat desa Mugimakmur dan desa Sukasejahtera dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat mendukung adanya rencan proyek pembangunan wisata pantai tersebut karena beberapa alasan, antara lain:

  1. Karena dengan adanya proyek tersebut akan membuka peluang kerja di dua desa sehingga akan mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan dapat mensejahterakan masyarakat.

  2. Karena pembangunan proyek tersebut sesuai dengan rencana pemerintah, dimana dalam rangka pengembangan wilayah industri.

  • Pengadaan lahan

Proses pengadaan lahan diwilayah desa sukasejahtera sejumlah 25Ha dan desa mugimakmur sejumlah 15Ha. tambak yang akan diurug lebih dari 50% ternyata sudah berupa laut, karena pengaruh abrasi, sehingga para pemilik tambak yang sudah berubah menjadi laut tidak akan merasa keberatan dibeli oleh proyek.

3.2.2. Tahap Konstruksi

  • Recruitmen Tenaga Kerja

Pada tahap ini dibutuhkan tenaga kerja sekitar 150 orang buruh bangunan, 5 orang tenaga pelaksana dan 2 orang site manajer (sarjana).

  • Mobilisasi Peralatan dan Material

Mobilisasi peralatan dan material menggunakan jalan lingkar Semarang-SukaJaya yang berupa tanah tegalan dan tambak, belum ada pemukiman.

  • Pematang Lahan

Kegiatan ini akan merubah fungsi lahan yang berupa tambak. peralihan fungsi lahan ini akan mempengaruhi produktifitas lahan lainnya.

  • Pembangunan fisik bangunan

Pembangunan fisik bangunan akan menurunkan kualitas lingkungan ynag berupa kulaitas udara, kebisingan, dan penurunan kualitas air laut.

  • Pemasangan Peralatan

Pemasangan peralatan akan sama dampaknyadengan pembangunan fisik bangunan. namun dalam skala yang lebih rendah karen waktu pemasangannya yang relatif lebih cepat dibanding waktu pembangunan fisik lainnya.

Komponen Fisik-Kimia

1) Hidrooseanografi

a). Dampak penting dan sumber dampak penting

  • Dampak yang timbul berupa:

Perubahan dinamika arus dan gelombang , sehingga merubah keseimbangan transpor sedimen di pantai dan menimbulkan perubahan morfologi dasar perairan.

  • Sumber dampak yang terjadi adalah :

        • Penggalian dan pengerukan

        • Pengurugan dan pemadatan tanah urugan

        • Pembangunan fasilitas pelayaran

b). Tolak ukur dampak

        • Perubahan morfologi dasar perairan yang menimbulkan kerugian pada masyarakat sekitar

        • Perubahan Batimetri perairan

c). Tujuan pengelolaan lingkungan

Mencegah terjadinya perubahan mortologi kawasan pantai dan dasar perairan sekitar proyek yang menimbulkan kerugian masyarakat di sekitar

d). Pengelolaan lingkungan

  • Dinding talud urugan di pantai dibuat landai (kemiringan ≥ 20 %)

  • Dalam pelaksanaan penanganan kerusakan pantai tersebut diperlukan kajian kelayakan teknis dan ekonomi agar lebih efektif dan efisien.

e). Lokasi pengelolaan

  • Dinding talud urugan

  • Kawasan alur pelayaran terutama dasar perairannya

f). Periode pengelolaan

Selama tahap konstruksi dan pasca konstruksi proyek

g). Pembiayaan

Biaya pengelolaan berasal dari pemrakarsa yang dipergunakan untuk pembangunan talud, upah personil dan biaya operasional kegiatan

h). Institusi pengelola

  • Pelaksana : Pemrakarsa dan dinas PU. Pengairan

  • Pengawas : Dinas Perhubungan danTelekomunikasi Kab. SukaJaya

  • Pelaporan : – KAPEDALDA Kab. SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

2) Kualitas air

a). Dampak penting dan sumber dampak penting

  • Dampak penting yang timbul berupa :

Penurunan kualitas air sebagai akibat resuspensi sedimen

  • Sumber dampak :

Penggalian dan pengerukan

b). Tolak ukur dampak

Penurunan kualitas air sebagai akibat meningkatnya konsentrasi B3 di dalam air akibat sedimentasi

c). Tujuan pengelolaan lingkungan

Mencegah penurunan kualitas air sebagai akibat kegiatan pengerukan.

d). Pengelolaan lingkungan

  • Melakukan uji toksisitas sedimen (TCLP: Toxicity Characteristic Leaching Procedure) untuk mengetahui potensi pencemaran dan toksitas logam berat dari bahan B3 lain yang terdapat dalam sedimen.

  • Melakukan analisa jenis-jenis logam berat dari B3 dalam sedimen yang akan dikeruk. Apabila sedimen yang akan dikeruk mengandung logam berat dan B3 laiinya atau toksisitasnya cukup tinggi, maka penanganan material keruk perlu perlakuan khusus, untuk mencegah pencemaran tanah dan air tanah oleh logam berat B3 yang terdapat dalam material kerukan.

e). Tujuan pengelolaan lingkungan

Mengendalikan/memperkecil dampak pengurungan terhadap penurunan kualitas air

f). Lokasi Pengelolaan

Kawasan wisata pantai Kab. SukaJaya

g). Periode Pengelolaan

Selama kegiatan pengurugan tahap konstruksi.

h). Biaya pengelolaan lingkungan

Biaya pelaksanaan bersumber dari pemrakarsa, yang berupa biaya operasional.

i). Institusi Pengelola

  • Pelaksana : Pemrakarsa

  • Pengawas : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

  • Pelaporan hasil : KAPELDA dan BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

Komponen Sosekbud

  1. Persepsi Masyarakat

a. Dampak penting dan sumber dampak penting

1). Dampak penting :

Munculnya persepsi negatif akibat adanya gangguan kesehatan, kenyamanan dan keamanan.

  1. Sumber dampak

    • Pegerukan, pegurugan dan pemadatan tanah urugan

    • Mobilisasi peralatan dan material bangunan

  2. Tolak ukur dampak :

a). Persepsi masyarakat terhadap proyek

  1. Tingkat kerusakan jalan desa

  2. Frekuensi terjadinya gangguan keamanan

    1. Tujuan pengelolaaan

Mencegah terjadinya persepsi negatif masyarakat terhadap proyek.

  1. Pengelolaan lingkungan

    • Membuat saluran drainase sementara selama masa konstruksi

    • Membuat jalan proyek tersendiri

    1. Lokasi pengelolaan : Tapak proyek dan sekitarnya

    2. Periode pengelolaan : Selama masa konstruksi

    3. Biaya pengelolaan :

Pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk pembuatan saluran drainase, jalan, pengawasan dan biaya operasional lainnya

  1. Institusi Pengelola

    1. Pelaksana : Pemrakarsa

    2. Pengawas : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SukaJaya

    3. Pelaporan : – KAPELDA Kabupaten SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah.

  1. Kenyamanan Lingkungan

1) Dampak penting dan sumber dampak penting

    1. Dampak penting

  • Kenyamanan lingkungan

b) Sumber dampak

  • Pengerukan, pegurugan dan pemadatan tanah.

  • Mobilisasi peralatan

  • Pengadaan material urugan dan material bangunan

      1. Tolok ukur dampak

Jumlah/prosentase masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan kondisi lingkungan, segabai akibat kegiatan proyek

3) Tujuan pengelolaaan

Mencegah dan mengurangi rasa tidak nyaman masyarakat

4) Pengelolaan lingkungan

  1. Pengangkutan peralatan dan material bangunan agar dilaksanakan dengan membuat jalan proyek tersendiri mulai dari jalan lingkar ke lokasi proyek.

  2. Selama kontruksi, agar dibuat drainase sementara untuk menghindari timbulnya genangan dan banjir.

5) Lokasi pengelolaan : Tapak proyek

6) Periode pengelolaan

Pada awal dan selama masa konstruksi.

7) Pembiayaan :

Pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk pembuatan saluran drainase, pembayaran premi asuransi, biaya personil dan opersional kegiatan proyek.

8) Institusi Pengelola

      1. Pelaksana : Pemrakarsa

      2. Pengawas : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SukaJaya

      3. Pelaporan : – KAPELDA Kabupaten SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah.

  1. Kesehatan Masyarakat dan Pekerja

1) Dampak penting dan sumber dampak penting

a) Dampak penting

  • Gangguan kesehatan pada masyarakat sekitar proyek.

  • Ancaman keselamatan dan kesehatan pekerja

b) Sumber dampak

  • Penggalian, pengerukan, pegurugan dan pemadatan tanah urugan.

2). Tolok ukur dampak

  • Jumlah keluhan gejala sakit masyarakat sekitar.

  • Jumlah dan intensitas kasus kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan pekerja.

3) Tujuan pengelolaaan

  • Mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat sekitar.

  • Mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan pekerja.

4) Pengelolaan lingkungan

  • Membuat saluran drainase sementara selama masa konstruksi.

  • Menerapkan system kerja yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.

  • Menyertakan pekerja pada program asuransi tenaga kerja.

5) Lokasi pengelolaan : Tapak proyek dan sekitarnya

6) Periode pengelolaan : Selama masa konstruksi.

7) Pembiayaan :

Pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan saluran drainase jalan dan pengawasan dan biaya operasional lainnya

8). Institusi Pengelola

a). Pelaksana : Pemrakarsa

b). Pengawas : -Dinas Kesehatan Kabupaten SukaJaya

-Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. SukaJaya

c). Pelaporan : – KAPELDA Kabupaten SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah.

  1. Keamanan Lingkungan

1) Dampak penting dan sumber dampak penting

      1. Dampak penting

Peningkatan tindak pencurian dan kriminalitas lainnya

b) Sumber dampak penting

  • Mobilisasi peralatan

  • Pengadaan material urugan dan material bangunan

  • Mobilisasi tenaga kerja

c) Tolok ukur dampak

  • Frekuensi dan intensitas tindak kejahatan

  • Keresahan masyarakat

2) Tujuan pengelolaaan

  1. Mencegah timbulnya tindak kejahatan/kriminalitas pencurian, baik dari segi kuantitas maupun kualitas

  2. Mencegah peningkatan keresahan masyarakat

3) Pengelolaan lingkungan

Membentuk satuan pengamanan proyek bekerja sama dengan seksi keamanan desa dan kepolisian setempat.

4) Lokasi pengelolaan : Tapak proyek dan sekitarnya.

5) Periode pengelolaan : Selama masa konstruksi.

6) Pembiayaan :

Pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk keperluan pembentukan tenaga keamanan, upah dan biaya opersional lainnya

7) Institusi Pengelola

a). Pelaksana : Pemrakarsa

b). Pengawas : Kepolisian Resort SukaJaya

c). Pelaporan : – KAPELDA Kabupaten SukaJaya

– BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

      1. Tahap Operasional

  • Pengoperasian wisata pantai

Pengoperasian wisata pantai merupakan aktifitas pendukung yang diharapkan mampu mengacu perkembnagna wilayah sekitar dan memberikan peluang pada masyarakat sekitar untuk mengembangkan usaha dan berpartisipasi dalam kegiatan wisata pantai. sehingga diharapkan dampak yang akan muncul adalah dampak positif.

Kegiatan wisata umum meliputi :

  • Aquarium raksasa

  • Water Boom

  • Retoran terapung

  • Kios Souvenir

  • Area pasir putih

Komponen Fisik-Kimia

  1. Hidrooseanografi

1) Dampak penting dan sumber dampak penting

a). Dampak penting

Perubahan dinamika arus dan gelombang, sehingga merubah keseimbangan transport sediment

b). Sumber dampak penting

Pemanfaatan dan pengoperasian fasilitas pelayaran

2) Tolok ukur dampak

Perubahan morfologi dasar perairan yang menimbulkan kerugian pada masyarakat sekitar

3) Tujuan pengelolaaan

Mencegah terjadinya perubahan morfologi kawasan proyek sekitar proyek yang menimbulkan kerugian masyarakat di sekitar

4) Pengelolaan lingkungan

a). Dinding pantai yang dibuat landai (kemiringan ≥ 20%)

  1. Pengkajian kelayakan teknis dan ekonomis terhadap upaya pencegahan/penanggulangan kerusakan, agar lebih efektif dan efisien.

5) Lokasi pengelolaan

a). Dinding talud urugan

b). Dasar perairan proyek pengerukan

6) Periode pengelolaan : Selama tahap pasca konstruksi/operasi

7) Pembiayaan :

Biaya berasal dari pemrakarsa, upah personil dan biaya pengelolaan.

8) Institusi Pengelola

        1. Pelaksana : Pemrakarsa

    1. Pengawas : Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kab. SukaJaya

    2. Pelaporan : -KAPELDA Kabupaten SukaJaya

– BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah.

  1. Tata guna Lahan

1). Dampak penting dan sumber dampak penting

a) Dampak penting yang timbul berupa :

- Perubahan tata guna lahan

b) Sumber dampak penting adalah :

- Kegiatan pengurugan dan pemadatan tanah urugan

- Pembangunan fasilitas pelayaran

2). Tolak ukur dampak

Kesesuaian antara tata guna lahan setelah pengurugan dengan rencana proyek

3). Tujuan pengelolaan lingkungan

Meningkatkan kegunaan lahan dan mengurangi dampak negatif perubahan tata guna lahan.

4). Pengelolaan lingkungan

- Pengurugan dan pemadatan tanah mengacu kepada detail desain

- Pemanfaatan tanah yang telah diurug harus sesuai rencana dan mempertimbangkan pemanfaatan lahan yang ada di sekitarnya, untuk mencegah timbulnya konflik kepentingan

5). Lokasi pengelolaan : Tanah/ hasil pengurugan

6).Periode pengelolaan : Selama tahap konstruksi dan pascakonstruksi

7). Pembiayaan

Biaya pengelolaan lingkungan berasal dari pemrakarsa dan dimanfaatkan guna pengendalian dan pengawasan penggunaan lahan, upah personil dan biaya pengelolaan.

8). Institusi pengelola

a) Pelaksana: Pemrakarsa

b) Pengawas: – BPN Kab. SukaJaya

- BAPPEDA Kab. SukaJaya

c) Pelaporan: – KAPEDALDA Kab. SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

Komponen Biologi

  1. Biota darat

1) Dampak penting dan sumber dampak penting

a) Dampak penting

Peningkatan jumlah dan jenis tanaman penghijauan dan Fauna

b) Sumber dampak

Penghijauan dan penataan kawasan sekitar alur pelayaran

2) Tolak Ukur dampak

• Jumlah, jenis, keanekaragaman dan sebaran tanaman penghijauan

• Luasan lahan yang dihijaukan (%)

3) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan

Membuat penghijauan di lingkungan pelayaran

Meningkatkan keanekaragaman tanaman serta peran dan fungsinya dalam ekosistem

4) Pengelolaan Lingkungan

  • Pelaksanaan pengelolaan kegiatan penghijauan berupa penanaman tanaman penghijauan dan tanaman hias. Tanaman penghijauan berupa tanaman peneduh antara lain, angsana, akasia, beringin, bungur, flamboyan, tanjung, waru, ketapang, dan mangove; tanaman hias yang sekaligus berfungsi sebagai pengarah angin antara lain palem raja, palem hias dan kelapa;serta tanaman hias antara lain, bougenvil, kembang sepatu, puring, teh-tehan, krokot dan rumput manila.

  • Tanaman penghijauan ditanam dengan jarak 5-8 meter pada lokasi lahan terbuka 40% dari lahan yang digunakan untuk pelabuhan atau ±1,2 Ha, pada tepi jalan, tepi saluran dan sekeliling batas lahan proyek. Sedangkan tanaman hias dapat dikombinasikan dengan tanaman penghijauan pada lahan terbuka maupun pada lahan untuk taman. Teknis pelaksanaan penghijauan didesain melalui perencanaan detail proyek (DED) dengan mempertimbangkan peran dan fungsi tanaman penghijauan dalam ekosistem serta estetika.

5) Lokasi pengelolaan

Lokasi penghijauan yaitu dalam kawasan tapak proyek pada lahan terbuka, tepi jalan, tepi saluran, lahan keliling tapak proyek, tepi pantai dan taman.

6) Periode Pengelolaan

Penanaman tanaman penghijauan dilaksanakan selama tahap konstruksi

7) Biaya Pengelolaan lingkungan

Biaya pelaksanaan penghijauan bersumber dari Pemrakarsa proyek yang berupa biaya investasi. Pembelian tanaman, pupuk, dan peralatan biaya personil dan biaya operasional.

8) lnstitusi Pengelola

Institusi pengelola tetdiri dari:

a) Pelaksana : Pemrakarsa

b) Pengawas : Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. SukaJaya

c) Pefaporan Hasil : – KAPEDALDA Kab. SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Biota Air Plankton Benthos

1) Dampak penting dan sumber dampak penting

a) Dampak Penting

Penurunan keanekaragaman plaknton dan benthos

b) Sumber dampak

Kegiatan pengerukan

2) Tolak Ukur dampak

Jumlah individu, jumlah jenis dan indeks keanekaragaman plankton dan benthos.

3) Tujuan rencana pengelolaan

Memperkecil penurunan keanekaragaman plankton dan benthos

4) Pengelolaan lingkungan

Pelaksanaan pengerukan bertahap dengan menggunakan metoda dan peralatan yang dapat menyedot langsung lumpur dan ticlak menimbulkan pengadukan dan penyebaran lumpur ke perairan sekitar

5) Lokasi Pengelolaan

Pada perairan tapak proyek di lokasi pekerjaan pengerukan

6) Periode Pengelolaan

Selama masa pekerjaan pengerukan pada tahap konstruksi

7) Biaya pengelolaan

Biaya pelaksanaan pengerukan bersumber dari pemrakarsa terdiri dari biaya sewa peralatan kapal keruk dan perlengkapannya, biaya personil dan operasional

8) Institusi Pengelola

a) Pelaksana: Pemrakarsa

b) Pengawas:- Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kab. SukaJaya

- Kantor Perikanan dan Kelautan Kab. SukaJaya

c) Pelaporan hasil : – KAPEDALDA Kab. SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

Komponen Sosial, Ekonomi, Sosial

  1. Ketenagakerjaan

  1. Dampak Penting dan Sumber Dampak Penting

    1. Dampak Penting

      • Peningkatan kesempatan kerja dan usaha bagi masyarakat sekitar.

      • Menurunnya angka pennngangguran

    2. Sumber Dampak Penting

Pemanfaatan dan pengoperasian fasilitas pelayaran

  1. Tolak Ukur Dampak

    • Jumlah tenaga kerja lokal yang bekerja di proyek.

    • Jumlah penduduk yang mengembangkan usaha yang berkaitan dengan aktifitas pelayaran

    • Jumlah angkatan kerja lokal yang menganggur.

  1. Tujuan Pengelolaan

Mengurangi anngka pengangguran.

  1. Pengelolaan Lingkungan:

Perekrutan tenaga kerja bekerjasama dengan desa dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten SukaJaya, dengan mengutamakan tenaga kerja lokal.

  1. Lokasi Pengelolaan : tapak proyek dan sekitarnya

  2. Periode Pengelolaan : awal dari proses penerimaan tenaga kerja

  3. Pembiayaan

Dari pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk biaya personil dan operasional

  1. Institusi Pengelola

    1. Pelaksana : Pemrakarsa

    2. Pengawas : Dinas Tenaga Kerja dan Transamigrasi Kab SukaJaya

    3. Pelaporan : – KAPEDALDA Kab SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Mata Pencaharian

1) Dampak Penting dan Sumber Dampak Penting

a) Dampak Penting

        • Peningkatan kesempatan kerja dan usaha bagi masyarakat sekitar

        • Menurunnya angka pengangguran

b). Sumber Dampak Penting

Pemanfaatan dan pengoperasian fasilitas pelayaran

2) Tolak Ukur Dampak

a). Jumlah tenaga kerja lokal yang bekerja di proyek

b). Jumlah angkatan kerja lokal yang menganggur

3) Tujuan Pengelolaan

a). Mengurangi angka pengangguran

  1. Mencegah peningkatan kekersan masyarakat

4) Pengelolaan Lingkungan:

  • Perekrutan tenaga kerja bekerjsama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrsi Kabupaten pelayaran

  • Pembinaan usaha pada masyarakat sekitar yang dapat menunjang kegiatan pelayaran

5) Lokasi Pengeelolaan : tapak proyek dan sekitarnya

6) Periode Pengelolaan : selama proses operasi

7) Pembiayaan :

Pemrakarsa dan digunakan untuk biaya operasional dan upah personil

8). Institusi Pengelola :

a). Pelaksana : Pemrakarsa

b). Pengawas : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. SukaJaya

c). Pelaporan : – KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

– BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Pendapatan Keluarga

1). Dampak penting dan sumber dampak penting

a). Dampak penting

Pendapatan keluarga masyarakat sekitar pelabuhan

b). Sumber dampak penting

Pemanfaatan dan pengoperasian dan fasilitas pelabuhan

2). Tolak ukur dampak

Jumlah pendapatan keluarga

3). Tujuan Pengelolaan

Meningkatkan jumlah pendapatan keluarga masyarakat sekitar pelabuhan

4). Pengelolaan lingkungan :

  • Perekrutan tenaga kerja bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten SukaJaya, dengan mengutamakan tenaga kerja lokal.

  • Kesempatan usaha diprioritaskan penduduk terkena dampak

5). Lokasi pengelolaan : tapak proyek dan sekitarnya

6). Periode pengelolaan : selama pelabuhan beroperasi

7). Pembiayaan :

Pemrakarsa dan digunakan untuk biaya operasional dan upah personil

8). Institusi pengelola :

a). Pelaksana : pengelola pelabuhan

  1. Pengawas : – Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.

SukaJaya

- Bagian Perekonomian Kabupaten SukaJaya

c). Pelaporan : – KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Mobilitas Penduduk

1). Dampak penting dan sumber penting

a). Dampak penting

Meningkatnya aktifitas dan mobilitas penduduk

b). Sumber dampak penting

Pemanfaatan dan pengoperasian dan fasilitas pelayaran

2). Tolak ukur dampak

Produktifitas dan mobilitas penduduk

3). Tujuan pengelolaan

Mendorong mobilitas penduduk untuk meningkatkan produktifitasnya.

4). Pengelolaan lingkungan :

Memprioritaskan penduduk wilayah studi dalam pemberian kesempatan berusaha dan kesempatan kerja yang tersedia

5). Lokasi pengelolaan : wilayah sekitar pelayaran

6). Periode pengelolaan : selama proyek beroperasi

7). Pembiayaan :

Pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk biaya operasional dan upah personil

8). Institusi pengelola :

a). Pelaksana : pengelola pelayaran

b). Pengawas : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. SukaJaya

c). Pelaporan : KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Kecemburuan Sosial

1). Dampak penting dan sumber dampak penting

a). Dampak penting

Kecemburuan sosial yang terjadi sebagai akibat rasa kecewa oleh karena tidak terekrut sebagai tenaga kerja pelayaran

b). Sumber dampak penting

Pemanfaatan dan pengoperasian fasilitas pelayaran

2). Tolak ukur dampak

  • Jumlah tenaga kerja lokal yang bekerja di proyek.

  • Jumlah angkatan kerja lokal yang menganggur

3). Tujuan pengelolaan

  • Mengurangi angka pengangguran

  • Mencegah peningkatan keresahan masyarakat

4). Pengelolaan lingkungan

Perekrutan tenaga kerja bekerjasama dengan pemerintah desa dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten SukaJaya dengan mengutamakan tenaga kerja lokal yang memenuhi persyaratan.

5). Lokasi pengelolaan :

Tapak proyek dan sekitarnya

6). Periode pengelolaan :

Awal dari proses penerimaan tenaga kerja

7). Pembiayaan :

Dari pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk biaya operasional dan personil

8). Institusi pengelola

a). Pelaksana : pemrakarsa

b). Pengawas : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. SukaJaya

c). Pelaporan : – KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

- BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Kesehatan masyarakat

  1. Dampak penting dan sumber dampak penting

    1. Dampak penting

    • Berjangkitnya berbagai jenis penyakit seperti : diare, muntaber, malaria, dan demam berdarah

    • Penurunan kualitas lingkungan

    1. Sumber dampak penting

Pemanfaatan dan pengoperasian fasilitas pelayaran

  1. Tolak ukur dampak penting

Peningkatan angka penderita sakit setelah proyek beroperasi

  1. Tujuan pengelolaan

Mencegah dan menanggulangi berjangkitnya berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh aktivitas pelayaran.

  1. Pengelolaan lingkungan :.

  • Penataan lingkungan dan tata guna lahan dengan baik

  • Mengendalikan pertumbuhan pemukiman disekitar proyek

  • Pembuatan saluran/drainase dengan kuallitas dan kuantitas yang cukup memadai.

  • Pembuatan Pos Pelayanan Kesehatan (Poliklinik) pada tapak proyek.

  • Menjaga sanitasi lingkungan.

  1. Lokasi pengelolaan :

Tapak proyek dan pemukiman penduduk terkena dampak.

  1. Periode pengelolaan :

Selama masa operasi berlangsung.

  1. Pembiayaan :

Berasal dari pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk biaya operasional dan upah personil.

  1. Institusi pengelola :

    1. Pelaksana : pemrakarsa

    2. Pengawas : Dinas kesehatan Kabupaten SukaJaya

    3. Pelapor : KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

: BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Perekonomian Daerah

  1. Dampak penting dan sumber dampak penting

          1. Dampak penting

Perbaikan kondisi perokonomian KabupatenSukaJaya, ditandai dengan :

    • Peningkatan pemasukan dari hasil retribusi dan pajak bagi Kabupaten SukaJaya

    • Peningkatan kegiatan ekonomi dan produktifitas masyarakat.

    • Peningklatan pendapatan dan daya beli masyarakat.

          1. Sumber dampak penting

Pemanfaatan dan pengoperasian fasilitas pelayaran

  1. Tolak ukur dampak penting

Pendapatan Asli Daerah Kabupaten SukaJaya

  1. Tujuan pengelolaan

Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten SukaJaya

  1. Cara Pengelolaan :.

Pengelolaan pelabuhan secara profesional

  1. Lokasi pengelolaan : Kawasan Pelabuhan SukaJaya

  2. Periode pengelolaan : Selama masa operasi berlangsung.

  3. Pembiayaan :

Berasal dari pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk biaya operasional dan upah personil.

  1. Institusi pengelola :

    1. Pelaksana : Pemrakarsa

    2. Pengawas : – Bagian perekonomian Kabupaten SukaJaya

      • Dinas Pendapatan Daerah kabupaten SukaJaya

      • Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten SukaJaya

    1. Pelapor : KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

: BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Keamanan Lingkungan

  1. Dampak penting dan sumber dampak penting

                1. Dampak penting

    • Peningkatan frekuensi dan intensitas tindak kejahatan / kriminalitas

                1. Sumber dampak penting

Pemanfaatandan pengoperasian fasilitas pelayaran

  1. Tolak ukur dampak penting

Frekuensi dan intensitas tindak kejahatan

  1. Tujuan pengelolaan

Mencegah peningkatan tindak kejahatan / kriminalitas baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

  1. Pengelolaan lingkungan :

Membentuk suatu pengamanan pelabuhan bekerja sama dengan kepolisian setempat.

  1. Lokasi pengelolaan : tapak proyek dan sekitarnya.

  2. Periode pengelolaan : Selama masa operasi berlangsung.

  3. Pembiayaan :

Pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk biaya operasional pelatihan SAPAM, pembelian seragam dan perlengkapan SATPAM, dan upah personil.

  1. Institusi pengelola :

    1. Pelaksana : pemrakarsa

    2. Pengawas : Kepolisian Resort kabupaten SukaJaya

    3. Pelapor : KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

: BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

  1. Sistem Nilai dan Norma Sosial

  1. Dampak penting dan sumber dampak penting

    1. Dampak penting

Gangguan pada tata nilai, norma sosial, budaya dan adat – istiadat masyarakat lokal sekitar pelayaran.

    1. Sumber dampak penting

Pemanfaatan dan pengoperasian fasilitas pelayaran

  1. Tolak ukur dampak penting

Masyarakat tidak resah oleh karena munculnya kegiatan – kegiatan yang dapat merusak tata nilai, norma-norma sosial, budaya dan adat istiadat masyarakat lokal.

  1. Tujuan pengelolaan

Mengurangi distorsi tata nilai, norma, budaya dan adat istiadat masyarakat lokal.

  1. Pengelolaan lingkungan :

      • Peningkatan sarana pendidikan dan peribadatan.

      • Peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

      • Pencegahan dan pengendallian terhadap munculnya tempat-tempat hiburan dan jenis-jenis kegiatan yang melanggar norma-norma sosial, budaya dan adat istiadat masyarakat lokal.

  1. Lokasi pengelolaan : tapak proyek dan sekitarnya yang terkena dampak.

  2. Periode pengelolaan : Selama operasi pelayaran.

  3. Pembiayaan :

Berasal dari Pemrakarsa dan dimanfaatkan untuk biaya operasional dan upah personil.

  1. Institusi pengelola :

  1. Pelaksana : Pemrakarsa

  2. Pengawas : Dinas Pariwisata dan Sosial Kabupaten SukaJaya

Dinas pendidikan Nasional Kabupaten SukaJaya

Departemen Agama dan MUI Kabupaten SukaJaya

  1. Pelapor : KAPEDALDA Kabupaten SukaJaya

: BAPPEDAL Propinsi Jawa Tengah

DAFTAR PUSTAKA

Fandell, Chafid. 2004. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Prinsip Dasar Dalam Pembangunan. Jakarta: Liberty Offset

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: