Posted by: Shinichi | J July , 2008

Bioremidiation

  1. Bioremidiation

  1. What is Bioremidiation?

Bioremediasi didefinisikan sebagai proses penggunaan organisme hidup, terutama mikroorganisme, untuk mendegradasi bahan pencemar (toksikan) lingkungan yang merugikan ketingkat atau bentuk yang lebih aman dalam hal memperbaiki / mengembalikan kondisi suatu lingkungan yang telah mengalami penurunan kualitas menjadi seperti semula sesuai dengan fungsinya masing-masing.

  1. What is the “Bio”in Bioremidiation?

Bio” yang dimaksudkan dalam Bioremidiasi adalah organisme hidup, terutama mikroorganisme yang digunakan dalam pemanfaatan pemecahan/ degradasi bahan pencemar lingkungan menjadi bentuk yang lebih sederhana dan aman bagi lingkungan tersebut.

  1. Why Bioremidiation, aren’t there other ways to cleanup these sites?

Banyak cara yang dapat digunakan dalam proses pengembalian fungsi lingkungan yang telah berubah yang diakibatkan oleh toksikan atau bahan pencemar lingkungan. Namun, teknik bioremidiasi ini dianggap lebih mudah, cepat, murah dan effisien, Karena teknik bioremidiasi ini hanya memanfaatkan organisme dalam mendegradasi toksikan. Hanya dengan melakukan kulturisasi bakteri/ mikroorganisme, maka kemudian kita dapat memanfaatkan potensi dari mikroorganisme tersebut untuk mendegradasi bahan pencemar yang terdapat pada lingkungan, sehingga lama kelamaan dengan sendirinya kualitas dan fungsi lingkungan akan kembali pada kondisi normal.

  1. How does it work?

Proses bioremediasi ini dapat dilakukan secara “bioaugmentasi” yaitu penambahan atau introduksi satu jenis atau lebih mikroorganisme baik yang alami maupun yang sudah mengalami perbaikan sifat (improved/genetically engineered strains), dan secara “biostimulasi” yaitu suatu proses yang dilakukan melalui penambahan zat gizi tertentu yang dibutuhkan oleh mikroorganisme atau menstimulasi kondisi lingkungan sedemikian rupa (misalnya pemberian aerasi) agar mikroorganisme tumbuh dan beraktivitas lebih baik

  1. Is it safe?

Proses Bioremidiasi dapat dikatakan aman bagi lingkungan maupun bagi manusia, karena proses ini tidak menyebabkan efek maupun dampak yang berbahaya bagi lingkungan asalkan dalam penggunaan dan pemanfaatan mikroorganisme ini sesuai dengan kadar, kemampuan, dan jangka waktunya dalam mendegradasi toksikan.

  1. Are these processes being used today?

Sekarang ini penggunaan beragam spesies mikroorganisme untuk bioremediasi telah semakin berkembang luas dan digunakan dalam mengatasi beragam pencemar baik organik maupun anorganik, sebagai contoh telah diterapkan dalam bentuk interaksi tumbuhan-mikroorganisme (bioremediasi fito-mikrobial) misalnya penggunaan Pseudomonas putida yang berasosiasi dengan gandum (Triticum aestivum) untuk mengatasi 2,4-D dan Mesorhizobium huakuii dengan Astragalus sinicus untuk mengatasi cemaran Cd . Serta usaha menjaga kualitas air oleh pembudidaya dapat dilakukan dengan tetap mengacu bioremediasi, seperti mengkombinasikan sistim penyaringan pasir lambat dengan biofilter. Biofilter pada skala yang besar dapat diwujudkan dalam bentuk lahan basah (wetland) alami, semi alami, dan buatan (constructed wetland).

  1. What does the future have in store?

Dimasa depan, persyaratan kriteria kemanan dan kenyamanan lingkungan dari toksikan haruslah jelas dan tegas serta sudah semestinya merujuk pula pada kepentingan konsumen (manusia), termasuk di dalamnya adalah aplikasi yang dianjurkan untuk bioremidiasi (jangka waktu penggunaan dan kadar mikroorganisme). Dengan demikian, kriteria baku mutu lingkungan akan selalu aman bagi manusia dan lingkungan sekitar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: